----------- || .::. || Flow(s) is a line that route by it's way. Why are we must be back to cross the flow ?
Tuesday, November 4, 2014
Ilalang dan Rumah Laba Laba
Kehidupan yang keras seolah menjadi tantangan dalam hidup Rina dan kakaknya Rani. Tinggal di tengah hutan dan jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan masyarakat. Kehidupannya hanya bergantung dari apa yang ada di sekeliling tempat tinggalnya. Untuk bisa mendapatkan beras ia harus rela berjalan sejauh kurang lebih 3 km. Itu pun kalau mereka mampu membeli beras.
Semangat belajarnya sungguh luar biasa. Kehidupan yang sederhana dan serba pas-pasan, begitu besar dan berat perjuangan orangtuanya demi menyekolahkan anak-anaknya. Rina dan kakaknya bertekad ingin bangkit dari kehidupan yang serba sulit. Ia ingin seperti teman-temannya, hidup dalam keramaian dan banyak teman. Bukan malah menyendiri di tengah hutan
Setiap pagi ia menyusuri jalan nan panjang dan penuh tantangan, agar ia sampai ke sekolahnya. Sebuah sepeda mini bekas yang di belikan oleh ayahnya lah yang menjadi teman setia mereka. Saat musim hujan tiba, jalanan selalu becek dan banyak lumpur yang menjerat sepeda kesayanga
... baca selengkapnya di Ilalang dan Rumah Laba Laba - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Saturday, November 1, 2014
Friday, October 31, 2014
BATU AJAIB
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Thursday, October 30, 2014
Akibat Jajan Sembarangan
Sudah dua hari ini Imah tidak berangkat ke sekolah, padahal dia itu anak yang rajin dan sebelumnya tak pernah begini sehingga aku beserta Ana dan Afga berencana mengunjunginya usai pulang sekolah.
“Kring!!!”, suara bel masuk berbunyi dan kami pun segera masuk ke dalam kelas.
Siang harinya sesuai janji kami, maka aku pun menunggu teman-temanku di samping pintu gerbang sekolahan.
“Kemana ya mereka?”, ku tunggu sembari memainkan kubik yang aku bawa.
Tiba-tiba mereka mengejutkanku dan berteriak, “Dor!!!, kaget ya?”.
“Apaan si kalian, mengagetkanku saja, coba kalau aku jantungan..”, seruku.
“Maaf, maaf, Di. Maafin ketelatan kita juga ya? Soalnya tadi kita mampir dulu ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas dari Pak Marno”, pinta Ana dan Afga.
“Iya, pasti aku maafin kalian. Tenang aja”, Balasku seraya memberi senyuman kepada mereka.
Sebelum kami ke rumah Imah, kami sempat mampir ke warung untuk membeli roti, bahkan Afga juga sempat membeli es karena kehausan.
Tak terasa kami telah sampai di depan pintu rumah Imah, kami pun mengetuk serta mengucapkan salam.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara “Wa’alaikumussalam” dan pintu mulai terbuka.
“Adi, Ana dan Afga rupanya. Silahkan masuk dan duduk dulu ya”, saran Bu Ina, Ibunya Imah.
Kami duduk, sedangkan Ibunya Imah pergi.
“Mungkin memanggil Imah”, pikirku dan ternyata benar sebab kami melihat Imah keluar menghampiri kami. Dia terlihat kurus dan wajahnya tampak pucat sehingga kami menuntunnya ker uang tamu.
Mendadak dia berkata, “Afga, jajannya dijaga. Jangan jajan sembarangan gitu!” sembari mengarahkan telunjuknya ke arah kantong es yang Afga bawa. Sedangkan Afga menjawab, “kenapa? Aku kan kehausan” dengan polosnya.
<... baca selengkapnya di Akibat Jajan Sembarangan - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1