Monday, January 19, 2015

Aku Juga Wanita

Aku Juga Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Entah berapa juta-juta kali kata-kata cemoohan dan cibiran itu keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui keadaanya. Bahkan yang paling ekstrim ada yang sampai mengutuk dan memvonisnya sebagai penghuni neraka. Mereka tak sadar siapa mereka. Mereka manusia, bukanlah Tuhan. Sama seperti dia. Tapi inilah kelemahan manusia, selalu merasa diri menjadi paling baik dan paling suci dibanding manusia lainya. Bahkan yang mengutuk bukan hanya dari kalangan yang main-main. Yang paling mengerikan adalah kemarin, ketika acara pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa. Sang penceramah membawa tema tentang kaum Nabi Luth. Tak ayal, semua mata tertuju padanya. Sakit, jelas terasa di hati. Tetapi dia mencoba bersabar. Ini adalah ujian dari Tuhan. Ujian seberapa kuat kah dia dalam perjuangan ini. seberapa layak kah dia menjadi yang sekarang ini. Dan dalam ujian itu, dia berharap Tuhan meluluskanya.

Dia bernama Anisa Septiani. Sebelum operasi lima belas tahun yang lalu, dia bernama Yayan Septiana. Ketika menjadi Yayan, Anisa selalu merasa dirinya dalah wanita. Tak ayal tingkah lakunya pun seperti wanita. Walaupun dari kecil sampai tamat SMA Anisa masih memakai pakaian lelaki, dan rambut dipotong seperti lelaki. Tapi karena kemayu dan tingkah laku seperti perempuan, maka Anisa sering diolok-olok dengan sebutan benc*ng. Sakit, tentu saja. Marah, inginya seperti itu. Tapi Anisa selalu
... baca selengkapnya di Aku Juga Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senyuman di Langit Awangga

Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Awan mendung menggelayut langit Awangga. Angin dingin berhembus menerkam kebahagian. Semua berganti muram. Awangga telah lelah dipermainkan oleh alam. Dan saat ini negara itu telah jatuh dalam kemurungan. Kesedihan melanda seluruh istana.

Tangisan lirih menggema dari sudut ruangan besar di kaputren. Sebuah ranjang tergeletak dengan sesosok tubuh diatasnya. Terdengar suara isak tangis tertahan. Hari ini apa yang telah dikuatirkan oleh Dewi Surtikanti benar-benar terjadi.

Sejak semalaman kegelisahan dan kebimbangan hatinya terus hinggap, meskipun kata-kata penenang terucap dari Prabu Karna. Semalam adalah malam tersingkat dalam hidupnya. Ia merasa tidak ada lagi yang mampu menopang hidupnya kali ini. Semua telah pergi.

Orang yang dicintainya telah tiada untuk selamanya. Masih terngiang jelas di benaknya. Sentuhan lembut suami tercinta. Masih terasa di tangannya genggaman cinta yang diberikan oleh Prabu Karna. Masih terdengar suara menenangkan suaminya, ketika meminta ijin untuk pamit pergi kesokan hari. Masih tergambar roman muka penuh cinta yang ditampakkan oleh Prabu Karna kepadanya. Bahkan Dewi
... baca selengkapnya di Senyuman di Langit Awangga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, January 17, 2015

Milikku Milikmu Milik Kita

Milikku Milikmu Milik Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Alkisah, ada sebuah zaman bernama Dahulu. Alkisah lagi, pada Zaman Dahulu hiduplah sesosok pria sejati perkasa bernama Arte Le Matika. Biasanya ia dipanggil Pak Arte. Karena telah mendapat sebutan “pak”, maka Pak Arte sudah memiliki seorang anak. Anaknya saya enggak tahu. Jadi gak usah diceritakan. Pak Arte adalah seorang pemotong professional atau biasa disebut Master Potong. Selama 35 tahun ia hidup, ia sudah melakukan berbagai macam perpotongan. Ia pernah mendapat juara 1 lomba memotong ekor semut tingkat nasional. Selain itu, ia juga pernah memotong kuku 10 harimau di alam bebas. Ia juga pernah juara joget potong bebek angsa. Pokoknya segala macam potong ia sudah menjadi ahlinya. Namun hanya 1 yang belum bisa ia lakukan, yaitu memotong tali persaudaraan dengan orang-orang yang ia kenal. Wesyeh…

Suatu hari, Pak Arte sedang berjalan-jalan di depan gubuk berlantai 3 miliknya. Langkah demi langkah telah ia langkahkan. Namun, langkahnya terhenti pada langkah ke seribu. Ia langsung mengambil langkah seribu. Loh? Ia terhenti karena melihat sebuah pohon yang indah nan membahana. Pohon itu adalah pohon yang diinc
... baca selengkapnya di Milikku Milikmu Milik Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, January 13, 2015

Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9)

Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agung Praptapa

Kompetisi di dunia kerja semakin hari semakin ketat. Ada yang bilang jaman sekarang ini jaman very tight competition, atau kompetisi yang super ketat. Tidak puas dengan itu, ada yang kemudian menyebutnya dengan hypercompetition, atau kompetisi yang sudah luar biasa hebatnya, yang sudah pol-polan. Sudah gila-gilaan. Yang penting menang. Yang penting mendapatkan yang kita mau. Caranya bagaimana sudah tidak lagi menjadi pertimbangan. Ada yang nyogok, ada yang melacurkan diri, ada yang membunuh, ada yang pakai black magic, duh….”udah edan full” begitu mungkin kalau boleh meminjam istilah Mbah Surip. Gila-gilaan.

Untungnya,di tengah “kegilaan” kompetisi tersebut, masih ada orang yang memilih berkompetisi secara wajar, fair, berdasarkan kompetensi dan prestasi. Kompetisi ya kompetisi, namun pakai cara yang baik dong. Mau menang ya boleh saja, semua orang juga pingin menang, tapi yang fair dong. Kalu menang ya harus elegan. Kalau bisa, kita win-win saja lah. I’m happy, you are happy (ini dalam konotasi positif loh ya…). Tapi kalau
... baca selengkapnya di Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, January 5, 2015

Seuntai Kalung Mutiara Fatimah

Seuntai Kalung Mutiara Fatimah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di sebuah kota, hiduplah seorang wanita janda yang cantik dan awet muda, namanya Fatimah. Suaminya telah meninggal dan dia tak punya anak, dia miskin dan tinggal di sebuah rumah kecil tanpa isi. Pakaiannya hanya 3, begitu pula jilbabnya, sepatu alas kakinya hanya dua. Menunggu alas kaki kayu seperti bakiak yang selalu digunakannya menyempit dan baru menggunakan alas kaki sepatu dari suaminya yang saat dibelikan kebesaran di kaki Fatimah. Pasti jika si alas kaki kayu ini sudah menyempit kakinya muat di sepatu itu. Hmm… Bajunya itu tiga-tiganya gamis terusan muslimah dan jilbab putih tiga-tiganya. Meski pakaiannya itu-itu saja penduduk tak pernah mengejeknya dan selalu sopan.

Dia tinggal sendirian di rumahnya itu, tapi dia sangat dermawan dan baik hati, tetangga-tetangganya pun kenal baik dengan Fatimah, harta peninggalan suaminya hanyalah seekor kambing betina, dan seuntai kalung mutiara putih yang indah sekali. Setiap hari dia makan apa adanya. Untunglah, Pak Sabar, orang kaya yang baik sekali itu tiap hari memberi Fatimah sepiring nasi dan lauk kecil, sepert
... baca selengkapnya di Seuntai Kalung Mutiara Fatimah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Making Money On-Line

DonkeyMails.com: No Minimum Payout